Rabu, 30 Oktober 2019

Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan bahasa anak

     Masa anak usia dini merupakan masa
keemasan atau sering disebut dengan
golden age period karena pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat singkat dan peka terhadap lingkungan. Dari
konsepsi hingga anak usia dini merupakan
periode dimana resiko dan kesempatan
untuk tumbuh kembang anak. Masa ini
biasanya ditandai oleh perubahan cepat
dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial
dan emosional. Masa ini merupakan masa
untuk meletakkan dasar pertama dalam
mengembangkan potensi fisik (motorik),
intelektual, emosional, sosial, bahasa, seni
dan moral Spiritual.
    Pada usia dini anak harus mendapat
stimulasi, jika stimulasi yang didapat
kurang akan mengakibatkan kemampuan
sosialisasi, bahasa, motorik halus dan kasar
menjadi terlambat. Untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal dari seorang anak tergantung pada
potensi biologiknya. Tingkat tercapainya
potensi biologik seseorang, merupakan
hasil interaksi berbagai faktor yang saling
berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan
bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Lingkungan yang menunjang akan
mengoptimalkan potensi genetik yang
dipunyai seorang anak.
      Faktor lingkungan secara garis besar
dibagi menjadi faktor pranatal dan post
natal. Lingkungan post natal secara umum
dapat digolongkan menjadi lingkungan
biologis (ras/suku bangsa, jenis kelamin,
umur, gizi, dll), fisik (cuaca, musim,
keadaan geografis suatu daerah, sanitasi,
keadaan rumah), psikososial
(stimulasi, motivasi belajar, ganjaran atau
hukuman, kelompok sebaya, stres, sekolah,
cinta dan kasih sayang, kualitas interaksi
anak-orangtua) dan keluarga beserta adat
istiadat (pekerjaan, pendapatan keluarga,
pendidikan ayah/ibu, jumlah saudara, jenis
kelamin dalam keluarga, stabilitas rumah
tangga, kepribadian ayah/ibu, adat istiadat,
agama, urbanisasi, politik). Menurut Engle and Huffman (2010) intervensi perkembangan anak tidak hanya
tentang intake makanan, tetapi juga
pola asuh dan kualitas interaksi
ibu-anak, dan yang paling besar adalah
status sosial-ekonomi.
       Gangguan perkembangan bicara,
bahasa anak dan atau komunikasi
berdampak pada banyak hal, di antaranya
yaitu prestasi akademik sekolah,
ketrampilan secara umum, hubungan sosial
dan pekerjaan.
      Jadi dari uraian di atasa pengaruh lingkungan terhadap perkembangan bahasa anak adalah yang paling besar adalah keluarga , karena sebagaimana yang disebutkan di atas bahwa masa kanak kanak itu adalah masa keemasan yang mana perkembangannya yang singkat ataupun cepat. Dan masa kanaka kanak adalah masa yang menerima atau menirukan apa saja yang dilakukan seseorang , maka oleh sebab itu masa kanak kanak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, contohnya: keluarga,teman dll. Contoh peristiwanya adalah apabila orang tua selalu sopan dalam berbicara atau bersapa terhadaporang lain , maka anak dari orangtua tersebut akan menganggap bahwa apa yang dilakukan orangtuanya tersebut adalah benar dan otak atau pikirannya akn berfikir bahwa sanya itu benar dan otomatis dia akan menirunya.
     Begitu juga apabila seorang teman mengatakan atau mengucapakan kata kata kotor dan dia sering mendengarnya , maka otomatis dia akan menirunya karena dia belum bisa membedakan yang benar dan salah terhadap suatu hal. Karena masa dia sekarang adalah masa belajar atau masa berkembang.
     Oleh sebab itu, lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan bahasa seorang anak.
   

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar